Friday, February 5, 2016

Subway di Jepang



Pada materi ini Grizzly akan bahas mengenai subway di Jepang dengan sub-materi:
-          Pelopor Subway di Jepang
-          Kelebihan Subway di Jepang dibandingkan Indonesia

-           
        Yang bisa Grizzly tangkap adalah

A / Pelopor Subway di Jepang
Pada kesempatan kali ini melalui cuplikan perjalanan Peter Barakan, kita akan mengulas mengenai alat transportasi di Jepang, Subway atau bisa kita sebut sebagai kereta api bawah tanah. Subway ini dipelopori oleh seorang pebisnis asal Jepang bernama Noritsugu Hayakawa. Awalnya Beliau melihat betapa majunya perkembangan kota London yang dikenal sebagai kota tempat pertama kalinya subway dicetus. Pada tahun 1920an, Noritsugu membicarakan hal ini kepada salah satu petinggi Jepang namun usulnya ditolak. Hal ini tidak menyurutkan semangat Beliau, dan dengan tekad pantang menyerah Beliau merancang jalur rel kereta dan rancangan dari kereta itu sendiri. Lokasi pertama yang Beliau tetapkan adalah Ginza Line atau yang sekarang kita kenal dengan Line 3 Ginza Line (3号線銀座線 3-gōsen Ginza-sen). Line Ginza bisa kita lihat di peta panduan subway Jepang berwarna orange dan diberi kode huruf G, menghubungkan kota Ginza dan Shibuya. Pada tanggal 30 Desember 1927 ,subway pertama ini dioperasikan setelah dibangun dengan sangat teliti dan dimiliki oleh perusahaan Tokyo Metro. Panjang track subway ini sepanjang 14.3 km (bukan 40 km seperti yang dijelaskan Dewi-sensei) dengan kecepatan operasi sistem 65 km/h. Kereta api pertama ini masih disimpan di Museum Subway Tokyo.

B /Kelebihan Subway di Jepang dibandingkan Indonesia
Keadaan subway di Jepang sekarang ini begitu maju. Bahkan disaat Indonesia belum mempunyai stasiun kereta api yang memadai , Jepang sudah mempunyai subway dan stasiun bawah tanah yang lengkap dengan toko-toko seperti di mall Indonesia. Sekarang konsep kenyamanan penumpang lebih dijaga oleh pemerintah Jepang untuk mengurangi kemacetan, dan penggunaan bahan bakar yang terbilang sangat mahal bahkan bagi orang Jepang sendiri, maka toko-toko di subway sangat banyak dibuka. Dengan service yang baik , permainan boneka kugutsu, tarian , jualan aksesoris, tas dan berbagai kebutuhan lainnya dijual untuk menarik pengunjung. Jepang juga saat ini dikenal dunia sebagai Negara Transportasi Kereta Api tercanggih mengalahkan Negara Perancis. Hal ini dibuktikan dengan pembuatan Shinkansen dan jalur trek transportasi bawah laut Jepang yang tak terkalahkan. Shinkansen adalah kereta api cepat Jepang, mempunyai kecepatan yang sangat tinggi dan keterlambatannya terhitung dari jadwal normal hanya meleset 6 detik saja.
Pembelian tiket kereta di Jepang terdiri dari 2 macam: pembelian melalui mesin atau pembelian train card. Mesin pembelian tiket bisa kita sebut sebagai cara manual. Pada mesin ini, kita memilih track perjalanan dan sudah ada harga yang ditentukan. Mesin ini bilingual , dimana kita bisa memilih ingin menggunakan bahasa Jepang atau bahasa Inggris untuk orang asing. Pembelian melalui train card lebih menguntungkan dan cepat, kita hanya perlu membayar dengan tapping card dan saldo dalam card otomatis berkurang. Tiap line mempunyai pengumuman harga dan sudah termasuk biaya cukai pajak pemerintah. Subway telah memiliki sensor pendeteksi gempa. Sensor ini bekerja beberapa menit sebelum gempa terjadi dan menghentikan kereta menjadi mati otomatis sehingga tidak membahayakan penumpang. 

Jepang adalah Negara yang sangat memperhatikan masyarakatnya, pencanangan sistem keamaan selalu utama. Begitu pula sistem keamanan Subwaynya, seperti yang telah dibicarakan diatas, sensor pendeteksi gempa menjadi salah satu keunggulan transportasi di Jepang. Yang lainnya adalah:
1.       Tiap gerbong kereta mempunyai 3-4 pintu keluar dan 2 pintu keselamatan darurat.
2.       Ditiap sisi ada pintu kiri dan kanan.
3.       ATC automatic rem .
4.       Jalan keluar darurat di depan kepala kereta dengan tangga keamanan.
5.       Ketepatan waktu.
6.       Bahasa asing juga diperhatikan untuk kenyamanan pengunjung asing.
7.       Adanya pekerja PT Japan Railways yang selalu mengevaluasi perkembangan.
8.       Kedatangan dan kepergian dievaluasi sangat detail dan selalu berkembang kearah yang lebih baik.
9.       Pintu keluar ada 2 sesi, sehingga tidak ada tindak bunuh diri dengan cara melompat kearah kereta api saat berjalan.
10.   Flatform kaki setara antara kereta dan lantai stasiun.
Keadaan ini masih sangat jauh sekali dari Negara Indonesia.



Kesimpulan:
Jepang adalah Negara dengan Transportasi KA tercanggih di dunia saat ini. Jepang mempunyai etika baik yang mendarah daging sekali dan sangat tertib dalam antrian. Keamanan dan kenyamanan customer selalu diutamakan dan para pekerja Jepang selalu melakukan segala sesuatu dengan teliti. Cara berpikir yang luar biasa dan tingkat korupsinya sangat rendah. Hal seperti ini patut dicontoh dan diterapkan mulai dari sekarang oleh Indonesia.